Sunday

Tips Jika menghadapi Ujian yang Datang secara Bertubi tubi

"Kali ini saya ingin bagikan pengalaman tentang bagaimana menyikapi dan menghadapi macam-macam masalah yang datangnya bertubi-tubi. Dan ini adalah pertanyaan yang ada dalam diri saya. "Setelah beberapa hari mencoba mempraktekkan saran saran dari guru saya untuk belajar ikhlas dan bersedekah, Alhamdulillah saya mendapatkan ketenangan batin. Tapi... Tidak berselang lama perasaan saya gelisah lagi. Saya sering bertanya, kenapa sampai hari ini keajaiban belum juga datang? sehingga saya mulai gelisah karena harus menyelesaikan pembayaran hutang yang banyak dan sudah jatuh tempo, saya pun kehilangan ketenangan. Saya jadi panik kembali. Tapi saya coba yakinkan diri bahwa Allah SWT pasti menolong, bahwa hari ini saya pasti dapat solusi dari permasalahan saya.Tapi jawaban itu seolah tidak datang. Justru semakin bertambahnya masalah yang ada, saya merasa cobaan ini datang secara bertubi tubi dan tanpa ampun tanpa memberikan sedikitpun solusi. Apakah ini yang di sebut adzab? Akhirnya saya menelpon teman teman saya untuk meminjam uang. Dan ironisnya tak satupun yang bisa membantu. Ambil kredit di bank di tolak karena berbagai alasan. Padahal, ada sertifikat rumah sebagai jaminan. Tapi tetap saja tidak ada yang di ACC dari bank satu ke bank yang lainnya. Saya jadi putus asa. Sampai pada Akhirnya saya jadi bertanya tanya, sedekah saya yang kemarin kok ga berbalas? padahal sekarang saya sangat membutuhkannya. Astagfirullah... Kenapa saya jadi kufur begini. Saya coba ucapkan kata kata syukur untuk menetralkan perasaan, tapi hati tetap terasa tidak nyaman, yang ada panik tak karuan. Sampai sampai saya bertanya, Ya Allah di mana pertolonganmu? kenapa saat saya membutuhkan pertolongan itu engKau belum turunkan juga? Apa yang kurang? apa sedekah saya kurang banyak? atau kurang ikhlas? atau karena terlalu banyaknya dosa yang saya lakukan? dan sederet pertanyaan pesimis lainnya. Akhirnya Saya mohon saran kembali kepada guru saya, pada saat genting seperti ini apa yang bisa saya lakukan? Saya kok merasa tak ada lagi harapan"...

Saya yakin 80% pertanyaan di atas hampir mirip dengan pertanyaan anda sekarang yang sedang mengalami ujian dan masalah kehidupan.

PEMBAHASAN DAN JAWABAN :

Inilah nasihat yang saya dapat dari guru di balik pertanyaan di atas."Bila Anda ada dalam kondisi yang sama dengan pertanyaan di atas, lalu saya bilang pada Anda bahwa saat ini, detik ini juga, ada orang yang berada dalam kondisi lebih darurat daripada Anda saat ini, jauh jauh lebih darurat, bahkan mengancam nyawa, apakah ini bisa membuat Anda merasa sedikit lebih baik? Apakah akan membuat Anda merasa sedikit lebih tenang bila tahu bahwa detik ini ada orang yang sedang meregang nyawa dan meraung memohon pertolongan kepada-NYA namun tetap saja dia kehilangan nyawa? Mungkin tidak ya??... Tapi mudah-mudahan ini membantu Anda menempatkan masalah Anda dalam perspektif yang positif, karena ini adalah fakta,Ini fakta bahwa di dunia ini kita tidak bisa menentukan seperti apa hidup kita jadinya. Kita hanya bisa menerima, menjalani dan mencoba berkompromi dengan penciptaan yang dilakukan Allah SWT, dengan cara menyuarakan apa yang kita minta. Tetapi, hasil akhirnya semata-mata adalah kehendak-NYA.

Untuk menginspirasi, sedikit saya cerita tentang sebuah kisah nyata yang menimpa seorang sahabat saya. Sekarang ini dia adalah termasuk orang yang cacat. Dimana kedua kakinya terpaksa di amputasi karena suatu kecelakaan. sedangkan sebelumnya, dia dalam kondisi normal.. Tapi dalam kondisi normal tersebut bermacam macam Masalah selalu datang atau mirip-mirip beruntun menerpa. Tetapi dia bertahan. Sepahit apapun masalah yang ia hadapi ia bertekad untuk bertahan. Tiada henti dia meminta pada Tuhan agar diberi jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya. Bertahun-tahun rupanya Tuhan telah mencoba memberi dia isyarat bahwa ia harus mengambil hikmah dari masalah yang di hadapinya..Sekarang saya ingin tanya!!, siapa yang mau hidup dengan kondisi cacat seperti itu?! tidak ada kan? Apalagi norma-norma dan harapan dalam diri kita seringkali mendiktekan apa yang seharusnya kita lakukan. Jadi terkadang ada kesalahan pola pikir. Dimana kita hidup memakai standard orang lain yang akibatnya kita melupakan keistimewaan dan kelebihan yang di berikan Allah SWT kepada kita. Ini mungkin isyarat dan hikmah agar kita bisa menjadi diri kita sendiri, kita tidak bisa hidup memakai standard orang lain, yang merupakan langkah mundur dan mengurangi rasa syukur kita terhadap Allah SWT. Padahal sebenarnya kalau kita percaya sepenuhnya pada Allah SWT, Allah SWT tahu yang lebih baik untuk kita. Ya,,, Allah SWT tahu pasti apa yang terbaik, karena itulah, kita tidak bisa memaksakan suatu bentuk jalan keluar dari semua permasalahan kita. Allah SWT sudah memberi isyarat bahwa kita harus tetap berusaha menjadi lebih baik, jadi walau dia minta atau berdoa
sampai copot tangan dan mulutnya agar dipertahankan dalam kondisi normal. ya tidak bisa. Karena itu bukan solusi terbaik. Walaupun menurut kita itu adalah yang terbaik. Sekali lagi, Allah SWT tahu yang terbaik. Sedangkan Kita tidak.Tapi wajar kita sebagai hambanya ngotot, karena ketidak tahuan ini.

Sahabat yang saya ceritakan tadi pun, sampai detik terakhir dari kecelakaan itu, ia masih belum ikhlas dengan jalan keluar yang diberikan Allah SWT. Tidak, dia tidak menginginkan solusi ini. Dia ingin anggota tubuhnya tetap utuh.Dia tidak tahu bahwa ternyata satu bulan setelah dia menjalani hidup cacat, dia mulai merasakan ketentraman hidup yang luar biasa, yang dahulu jarang bisa dia nikmati. Sebuah beban, masalah dan krisis yang dahulu sering datang menerpa diangkat Tuhan dengan dipisahkannya dia dari salah satu anggota tubuhnya. Dan sekarang setelah setahun dari cacatnya tersebut, ada begitu banyak hal baik yang terjadi padanya, yang mana hal tersebut tidak mungkin terjadi bila dia tidak mengalami pahitnya hidup dan harus terus berkutat dengan masalah yang itu-itu juga.

Poin saya dalam pembelajaran ini adalah, kita tidak tahu seminggu, sebulan, setahun, bahkan sedetik dari sekarang apa yang akan terjadi pada kita.Kita tidak tahu misteri masa depan itu. Jadi kita hanya bisa meminta, lalu menerima apapun yang diberikan Tuhan pada kita, dengan penuh keyakinan bahwa itu adalah solusi terbaik. Dalam kasus hutang seperti yang saya alami di atas, ada hikmah yang saya dapat, sepertinya jelas kalau punya hutang maka solusinya adalah dengan membayarnya. Tapi Saya bilang sepertinya, karena itu cuma salah satu solusi kecil dari sekian banyak alternatif yang mungkin bisa kita lakukan. Dan Allah SWT tahu yang terbaik. Mungkin saja Allah SWT tidak menghendaki saya bisa membayar hutangnya tepat waktu. karena mungkin Allah SWT sedang ingin mengajarkan saya sesuatu? Mungkin ada pelajaran berharga dari fakta tersebut dalam menghadapi saat genting seperti ini? Mungkin di masa depan, saya akan diberi rejeki luar biasa dan berubah menjadi pihak yang bisa memberi hutang. Sehingga saya perlu tahu perasaan mereka yang berhutang dan tidak sanggup membayarnya tepat waktu? Mungkin kan? Atau mungkin saya sedang dipaksa belajar bagaimana bernegosiasi dengan pihak penghutang? Dan atau atau yang lain. Ada begitu banyak kemungkinan lain yang tidak terbatas jumlahnya dari peristiwa ini.Yang jelas, solusi yang diberikan Allah SWT mungkin tidak sama dengan yang kita harapkan. Tapi bukan berarti itu bukan solusi. Kita hanya harus mampu membaca petunjuk-Nya.

Semoga pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi buat anda yang mengalami kesulitan hidup. Tapi, bukan berarti saya mengajarkan anda untuk bermalas malasan dan tidak membayar hutang itu. Anda harus tetap berusaha dengan ikhlas dan hasil akhirnya kita serahkan kepada Tuhan. Dengan demikian pikiran kita bisa selalu jernih dan mampu menerpa segala ujian yang di berikan-Nya.

Sekali lagi dari artikel yang saya berikan ini. Bukan berarti saya ingin menggurui. Tapi hanya untuk sekedar share dan berbagi.


Best Regards
From : Mr.Akhmad.IMC

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya